Agenda Kegiatan

INKINDO DKI Menyongsong Tahun 2022 Penuh Optimisme

Meskipun dalam suasana Pandemi Covid-19, peringatan hari jadi INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia)  DKI Jakarta, diwarnai berbagai kegiatan, baik yang bersifat professional maupun sosial kemasyarakatan. Menurut Ketua DPP INKINDO DKI Jakarta, Imam Hartawan, S.T., M.T., beberapa rangkaian kegiatan dalam rangka ulang tahun tersebut, antara lain meliputi: Penyelenggaraan Sentra Vaksinasi  dan Sentra Mini Vaksinasi berkolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta, Brainstorming dengan Asosiasi Profesi, Penerbitan Buku “Perpajakan Usaha Jasa Konsultansi”, Pembentukan Komite Sertifikat Laik Fungsi Bangunan (SLF), Santunan kepada 222 anak yatim dan dhuafa, dan MoU DPP INKINDO DKI Jakarta dan Universitas Mercu Buana. 

 

Pada acara puncak peringatan hari ulang tahun INKINDO DKI Jakarta pada tanggal 15 September 2021, diselenggarakan acara Diskusi Panel  dengan tema;  “TAHUN  2022: “OPTIMISME, PELUANG DAN TANTANGAN USAHA JASA KONSULTANSI”. Sebagai nara sumber: Ir. Nicodemus Daud, M.Si, Direktur kelembagaan Dan Sumber daya Konstruksi, Ditjen Bina Konstruksi, Kementerian PUPR, Dr. Ir. Taufik Hanafi , MUP, Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, Amin Adhy Muhaemin, S.Si, M.Si, Direktur  Pengembangan Strategi  dan Kebijakan Pengadaan Umum LKPP, Taufik Widjoyono, M.Sc, Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), dan sebagai pembahas Ir. Peter Frans, Ketua Umum DPN INKINDO.

 

Program Pembangunan Kementerian PUPR

Dalam Diskusi Panel mengemuka, antara lain terkait dengan  Program Pembangunan Kementerian PUPR Tahun 2022 yang memiliki pagu anggaran sebesar 100,59 triliun,  terdiri dari : Sumber Daya Air: Rp 41,23 Triliun, Bina Marga: Rp 39,70 Triliun, Cipta Karya : Rp 12,51 Triliun, dan Perumahan Rp 5 Triliun. Hal ini merupakan peluang bagi para konsultan. Namun demikian, penyedia jasa konsultan akan menghadapi tantangan terkait Sistem Informasi Pengalaman (SIMPAN) untuk   Tenaga Ahli  yang sudah menjadi kewajiban (mandatory).         

 

Disamping itu, masih ada permasalahan terkait jumlah tenaga kerja konstruksi yang bersertifikat yang masih sedikit jumlahnya. Diungkapkan oleh LPJK,  bahwa di sektor  konstruksi masih terjadi  kesenjangan antara jumlah tenaga kerja konstruksi  bersertifikat dengan tenaga tidak bersertifikat. Dari jumlah tenaga kerja konstruksi seluruhnya sebesar 8,7 juta orang,  jumlah SKA dan SKT baru berjumlah  954.327 (11,2%), sementara jumlah SKA hanya 260.621 (27,3%).  Hal ini yang menyebabkan mengapa badan usaha jasa konstruksi masih kekurangan tenaga ahli.

 

Konsultan Non Konstruksi

Terkait peluang usaha di bidang jasa konsultansi non konstruksi, cukup besar. Menurut data Bappenas tahun 2018-2021, nilai paket untuk pekerjaan konsultan non konstruksi lebih besar dibanding konsultansi konstruksi. Sebagai contoh untuk data tahun 2021,  nilai paket pekerjaan jasa konsultansi non konstruksi sebesar  Rp 6.824.023,92Triliun dan pekerjaan konsultansi konstruksi  Rp5.229.601,76 Triliun. Untuk memberikan penguatan regulasi terhadap eksistensi Jasa Konsultansi Non Konstruksi, Bappenas sedang mengupayakan terbitnya regulasi berupa Perpres Jasa Konsultansi.

 

Peter Frans sebagai pembahas mengemukakan masih ada beberapa permasalahan di lapangan terkait dengan kontrak Lumsum. Untuk itu   masih  perlu sosialisasi kepada para auditor, karena masih terjadi perbedaan persepsi antara penyedia jasa dan auditor yang berpotensi menimbulkan  permasalahan hukum. Hal lain terkait  tidak adanya persyaratan pengalaman lolal dalam proses prakualifikasi, sehingga merugikan konsultan daerah. Pengalaman lokal, menurutnya,  diperlukan dalam rangka melindungi  konsultan kecil dan menengah di daerah setempat.

 

Meskipun masih menghadapi berbagai kendala akibat Covid-19 maupun masih adanya regulasi yang belum kondusif, namun menurut Imam Hartawan INKINDO DKI Jakarta tetap optimis menghadapi tahun 2022. Hal itu sesuai dengan tema HUT INKINDO DKI Jakarta Ke-39:  “INKINDO DKI Optimis, Tangguh dan Tumbuh”.